minggu ketiga

 

Tugas

 

 

  1. Apakah struktur organisasi itu masih relevan bagi organisasi dalam dunia yang sangat maju ini?

  2. Kebanyakan orang berpendapat bahwa organisasi pemerintahan itu sangat lamban bila dibandingkan dengan organisasi perusahaan swasta. Bagaimana pendapat Saudara?

  3. Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara organisasi mekanistik dan organisasi organik itu!

  4. Apakah ciri-ciri dari suatu organisasi pembelajar itu?

Menurut Saudara apakah pemimpin yang bergaya demokratis itu cocok apabila ditunjuk untuk mempimpin organisasi mekanistik? Jelaskan pendapat Saudara.

 

1. Masih, karena dengan semakin kemajuan dunia saat ini makin dibutuhkan inovasi, ketepatan dan kecepatan dalam suatu pekerjaan, dan dengan adanya struktur organisasi akan membantu seseorang dalam berkonsentrasi dalam pekerjaannya (Job Descnya) dan jelas mempertanggung jawabkan pekerjaannya kepada siapa. sehingga sistem pengorganisasian dapat berjalan dengan baik. dan dapat tujuan perusahaan daapt tercapai dengan hasil yang maksimal.

 

2. saya sangat setuju dengan pendapat ini karena memang dirasakan organisasi perusahaan pemerintah lebih lamban dibandingkan dengan organisasi perusahaan swasta dikarenakan perusahaan pemerintah kurang dalam mengorganisasikan perusahaannya dikarenakan tidak jelasnya struktur organisasi yang ada,

dan tidak adanya fungsi controlling oleh pimpinan perusahaan,

sehingga perushaan pemerintah dirasakan lebih lamban dibandingkan dengan perusahaaan swasta.

 

3. • Lingkungan mempengaruhi struktur internal

organisasi

Lingkungan Stabil:

Peraturan, prosedur, hirarki otoritas lebih jelas,

formalisasi & sentralisasi yang lebih tinggi -> struktur

MEKANISTIK

Lingkungan Berubah dengan Cepat:

Lebih bebas, mudah adaptasi, peraturan tidak

tertulis/diabaikan, hirarki otoritas tidak jelas,

desentralisasi -> struktur ORGANIK

 

 

 

 

 

 

 

STRUKTUR ORGANIK & MEKANISTIK (BURNS &

STALKER)

 

 

ORGANISASI MEKANISTIK

ORGANISASI ORGANIK

1. Pekerjaan terbagi-bagi menjadi tugas-tugas khusus

(specialized), dan terpisah satu sama lain

1. Tiap bagian seakan-akan mempunyai suatu tugas tertentu yang

dikerjakan bersama oleh karyawan tanpa pemisahan secara

individual

2. Tugas terdefinisi secara rinci

2. Tugas biasa berubah/diadaptasikan bentuknya, sesuai interaksi

antar karyawan

3. Hirarki otoritas dan kontrol sangat tegas, banyak peraturan

3. Hirarki otoritas dan kontrol tidak tegas, hanya ada sedikit

peraturan

4. Pengetahuan tentang tugas hanya dimiliki Pimpinan, dengan

sentralisasi yang tinggi dalam pengontrolan pelaksanaan tugas

4. Pengetahuan tentang tugas tidak hanya ada pada Pimpinan,

pengontrolan bisa terjadi pada setiap tingkatan dalam organisasi

5. Komunikasi umumnya vertikal

5. Komunikasi umumnya vertikal dan juga Horisontal/Lateral

 

 

Organisasi mekanistik

  • kaku dan terkontrol dengan ketat, organisasi mekanistik karakteristiknya :

spesialisasi tinggi

departemensialisasi dapat diperluas

rentang kontrol yang sempit

formalisasi tinggi

komunikasi downward

sentralisasi tinggi

partisipasi yang sedikit dari anggota level rendah dalam mengambil keputusan

pekerjaan di standarisasi, sederhana, dan rutin

kesetiaan yang keras terhadap rangkaian perintah

* dalam bentuk ideal, organisasi mekanistik adalah “mesin yang efektif,” yang dilumasi oleh peraturan, regulasi, dan rutinitas

Organisasi organik

Karakteristiknya:

  • struktur yang rata

menggunakan fungsional tim berseberangan

dapat diadaptasi

informasi jaringan yang luas, dan

desentralisasi

fleksibel, dapat mengubah pekerjaan standar dan regulasi-regulasi.

pekerja memerlukan tingkat peraturan formal yang minim dan sedikit pengawasan langsung

 

 

Pada struktur organisasi mekanistik organisasi itu menjadi sangat kaku, dan tidak dapat dapat berkembang. Pengambilan keputusan dan hal-hal yang menyangkut dengan perusahaaan semuanya diambil alih 100% oleh pimpinan perusahaan tanpa mau mendengar pendapat dari karywannya, sehingga komunikasi yang terjadi hanya 1 arah saja, dan untuk tugas-tugas yang dilakukan sudah didefinisikan dengan jelas dan tidak dapat berubah menyesuaikan keadaan, kemudian pengontrolan bersifat sentralisasi atau berpusat pada pimpinan perusahaaan.

Berbeda dengan struktur organisasi mekanistik pada organisasi organik pengambilan keputusan pada struktur organisasi organanik ini dapat juga berdasarkan pendapat dari karyawannya sehingga dapat terjadi komunikasi 2 arah yang baik, baik atasan dengan bawahan, bawahan dengan atasan, dan juga sesama karyawan dan tugas-tugas yang dilkukan selalu berubah berdasarkan dari perubahan lingkungan yang ada,

dan untuk pengontrolan bersifat desentralisasi atau dapat dilakukan di semua bagian.

 

 

4.

 

Dengan adanya kemajuan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat dewasa ini menyebabkan kehidupan di abad XXI menjadi serba cepat, kompleks dan rumit. Perubahan tersebut perlu disikapi baik oleh pribadi maupun oleh organisasi agar dapat menyesuaikan dan menempatkan diri pada posisi yang tepat sehingga tidak terlindas oleh globalisasi. Individu dan organisasi harus mempersiapkan dirinya melalui pembelajaran secara terus-menerus agar dapat menyikapi perubahan yang terjadi yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan satu dengan lainnya.

Organisasi Pembelajar adalah organisasi yang orang-orangnya secara terus menerus meningkatkan kapasitasnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan, dengan selalu memelihara pola pikir yang baru, membiarkan dengan bebas aspirasi kolektif, dan secara terus menerus belajar tentang bagaimana belajar bersama (Peter Senge, 1990).

Dimensi yang membedakan antara organisasi pembelajar dengan organisasi tradisional adalah penguasaan disiplin belajar tertentu yang mencakup 5 disiplin belajar, yaitu:

1. System Thinking, yaitu memandang sesuatu secara keseluruhan (holism) bukan bagian per bagian (partial) untuk mendapatkan gambaran yang obyektif beserta dengan keterkaitannya satu dengan yang lain (inter-connectedness).

System Thinking menempatkan variabel pada struktur yang jika sama akan memperoleh perilaku yang sama (structure influences behaviour), tidak memaksakan kebijakan tanpa melihat akar masalah yang ada (policy resistance), dan mencari pengungkit (leverage) sebagai dasar pemecahan masalah.

2. Personal Mastery, adalah disiplin yang secara terus menerus memperjelas dan memperdalam visi pribadi seseorang yang akan memusatkan energinya dalam membangun kesabaran dan melihat realita pribadi.

Organisasi pembelajar memerlukan individu yang belajar. Personal mastery membutuhkan visi pribadi yang berkembang, yang dipengaruhi oleh profesionalisme, karir dan pekerjaannya.

Perlu dikelola gap antara visi dan realitasnya (creative tension), serta pengenalan terhadap tegangan struktural dan batasan ketidakkuatan seseorang, komitmennya terhadap kebenaran, dan kemampuan bawah sadar seseorang.

3. Mental Models, adalah asumsi yang diresapkan dengan sangat  mendalam, memandang secara umum atau bahkan merupakan gambar atau bayangan yang mempengaruhi bagaimana seseorang memahami dunia dan bagaimana ia bertindak.

Disiplin ini dimulai dengan instropeksi diri dan belajar menemukan gambaran di dalam diri seseorang mengenai dunia, dan berusaha mengamati dan mempelajarinya. Instropeksi ini juga mengamati kemampuan untuk melaksanakan pembicaraan dalam belajar-mengajar, yang menyeimbangkan antara mencari tahu dan mengadvokasi, yang kemudian membuka pemikiran untuk dapat menerima pengaruh dari orang lain.

4.    Building Shared Vision, adalah membangun gambaran kondisi masa depan yang ideal dan dapat diwujudkan, yang dibentuk oleh anggota organisasi berdasarkan visi-visi pribadi yang kemudian diintegrasikan. Shared vision mempunyai ciri-ciri: mengilhami, jelas, menantang, jangka panjang (lebih dari 1 tahun), menjanjikan, berorientasi pada perubahan ke arah yang lebih baik, serta singkat, sederhana dan mudah diingat.

Shared vision akan membuat anggota organisasi maju dan belajar tanpa disuruh, karena mereka memang menginginkan untuk mewujudkan visi bersama tersebut.

5.     Team learning, adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu-individu anggota team untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang diharapkan dapat mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan tindakan-tindakan.

Team Learning belajar bersama untuk mendapatkan pembelajaran yang generatif berdasarkan pengalaman yang mereka punyai, belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan baru, untuk mempelajari ilmu yang relevan tetapi jarang digunakan, untuk meninggalkan hal-hal yang sudah tidak cocok dengan perkembangan zaman, serta untuk belajar secara mendalam sehingga benar-benar mengerti tentang sesuatu hal (deep learning). Team Learning perlu mempraktekkan pembelajarannya melalui dialog terpadu dan diskusi

 

5. menurut saya tidak cocok karena bagi pemimpin yang bergaya demokratis itu tidak sesuai dengan struktur organisasi mekanistik karena bertentangan dengan gaya kepemimpinannya salah satunya bagi seorang pemimpin yang bergaya demokratis akan melakukan dengan dua komunikasi dua arah dengan bawahannya berbeda dengan struktur organisasi mekanistik, dan juga bagi pemimpin yang bergaya demokratis tidak bersifat sentralisasi melainkan bersifat desentralisasi, dan juga pemimpin yang bersifat demokratis sangat terbuka terhadap perubahan dan juga bersikap terbuka dengan karywannya dan kesimpulannya pemimpin yang bergaya demokratis tidak cocok dengan struktur organisasi mekanistik karena sangat bertentangan.

This entry was posted in tugas pengantar manajemen dan bisnis. Bookmark the permalink.